HADIAH PEMBAWA BERKAH TANPA SYARIAH
![]()
Beberapa hari yang lalu sudah tersiar berita di TV bahwa pemerintah akan menyalurkan hadiah berupa uang untuk warganya yang: orang2 yang berpenghasilan rendah, pengsiunan2, janda2, duda2 dengan anak atau sendiri yang tidak bekerja.. Tapi ketika di umumkan melalui TV saya mendengar katanya uang itu bukan untuk di tabungkan, atau bukan untuk bayar utang, tapi uang itu betul2 untuk di belanjakan.
Apa sebabnya pemerintah melakukan hal demikian. Seperti kita tahu dengan akibat krisis ekonomi hampir di seluruh dunia, dimana harga bahan bakar melambung tinggi, mengakibatkan semua barang2 terutama harga bahan pokok yang dibutuhkan manusia ikut melambung juga, maka dalam soal businis daya beli menurun. Banyak orang yang tidak dapat menjangkau memenuhi kebutuhan hidup se-hari2.
Nah untuk memperbaiki hal yang demikian, pemerintah ada insiatip untuk memajukan busnis kembali dengan jalan pemerintah mengeluarkan biaya, dengan memberikan hadiah uang dgn cuma2 kepada rakyatnya yang kurang mampuh untuk berbelanja. Apalagi dalam saat ini waktunya orang2 akan memeriahkan hari natal, yang mana majority di tempat saya tinggal adalah orang2 yg akan memeriahkan hari natal (Kristen).
Cara pembagiannya, sebagaimana keharusan semua orang di tempat saya tinggal harus punya rekening bang, dan orang yang bekerja diharuskan punya nomor pajak, karena semua gajih, upah atau tunjangan2 dari intansi, perusahan atau kantor2 baik pemerintah atau swasta, harus melalui bang.
Jadi orang2 akan menerima gajihnya atau pendapatannya dengan aman, tanpa ada catutan, sogokan atau, berdesak2an untuk mengantri. Karena semua orang punya pendapatan, walaupun yang tidak bekerja ada tunjangan pengangguran.
Nah begitu juga waktu menerima hadiah uang dari pemerintah uang yang di berikan oleh Departemen Sosial uang itu langsung masuk ke bang nya masing2.
Maka ketika waktunya menerima pengsiunan saya langsung ke bang untuk me-ngecek nya. Alhamdulillah uang itu sudah masuk di rekening bang saya. Ketika saya pergi ke mall untuk membayar telepon dan listrik, saya melihat banyak sekali orang2 yang sedang berbelanja. Saya melihat orang2 dengan troley2 mereka yang penuh dengan segala macam barang, terutama mainan anak2 dan hadiah2 untuk hari natal. Sepertinya orang2 betul membelanjakan uang hadiah dari pemerintah itu untuk berbelanja menyenangkan keluarga, Termasuk saya sendiri, membeli hadiah mainan untuk cucu2 saya….he …he ….he.
Disini saya hanya mau menceritakan perbedaan hidup yang dirasakan rakyat banyak di tempat saya berada. Kalau di semua tempat melakukan apa yang pemerintah lakukan di tempat saya tinggal, tidak mungkin adanya kemiskinan, tidak mungkin adanya kelaparan. Cara pemberian gajih pekerja, upah buruh yang mana mereka terima dari perusahan2, kantor2 atau instansi2 harus melalui dari bang ke bang, dengan cara begini insyaAllah itu akan terhindar dari, catutan, sogokan, berdesak2an dll. Begitu juga orang2 yang memenuhi syarat untuk menerima tunjangan, mereka mendapatkan tunjangan itu melalui dari bang ke bang juga.Apa sebabnya semua penduduk di tempat saya tinggal semua mendapat penghasilan? Mungkin sistimnya sistim kepercayaan yang kita anut (syariah), yaitu diambil pajak (zakat) dari orang2 yang bekerja, seperti orang2 yang bekerja di kantor, pengusaha2, mentri2, selebrity2 diwajibkan bayar pajak, pokoknya orang yang berpenghasilan atau berpendapatan (padahal di tempat ini tidak tahu akan syariah). Semakin tinggi penghasilan atau pendapatan semakin tinggi pajak dikenakan. Nah pajak itu di tarik setiap dua minggu sekali langsung di potong dari gajih2, upah2. pendapatan2 mereka. Karena disana gajih atau upah di berikan tiap dua minggu sekali (mungkin ini yg di sebut zakat mal). Dari penarikan pajak2 itu, hasilnya di berikan kepada orang2 yang tidak bekerja. Jadi yang tidak bekerja mendapat tunjangan pengangguran. Dalam hal ini semua rakyat dapat penghasilan untuk hidup. Karena kejujuran orang2 yang melapor tentang pendapatan2 mereka, maka penarikan pajak itu tersalur dan cukup dibagikan kepada orang2 yang berhak untuk menerima tunjangan. Nah apakah cara begitu tidak bisa di lakukan di tempat2 yang lain?? Apalagi kalau di tempat2 itu percaya akan syariah, yang mana diwajibkan untuk membayar zakat atau sedekah bagi yang mampu melakukannya. Cara pemungutan pajak dan penyalurannya terhadap orang2 yang berhak itu melalui dari bang ke bang, karena sebagaimana saya katakan diatas semua rakyat punya rekening bang. Jadi cara penyaluran uang dari bang ke bang itu akan terhindar dari catutan, sogokan, potongan, ber-desak2 dll. Jadi orang2 akan merasa aman menerima uang itu. Apalagi sekarang banyak ATM. Jadi kita dapat mengecek, menarik atau menabung melalui ATM. Begitulah sekelumit cerita yang mudah2 an dapat ditiru oleh pemimpin rakyat dimanapun kita berada. Karena jabatan para pemimpin akan ada pertanggungan jawabnya di aherat nanti.
Berilah kesejahtraan kepada rakyat…………..