
Ditulis oleh : Teteh Dedeh Sartika (BPMIGAS)
Sebelum saya menuliskan kisah perjalanan ini, mohon maaf yang sebesar2nya kepada pembaca bila tidak berkenan, untuk membacanya ini hanya sekedar sharing , ambil manfaatnya dan buang yang tidak disenangi, bukan maksud ingin pamer. Tahun 2008 ini merupakan tahun yang sangat menyenangkan, khusunya buat kami sekeluarga, dimana pada bulan Mei…dapat melaksanakan Umroh walaupun hanya sendiri tapi pada bulan Agustus dapat mengunjungi Baitulloh kembali bersama Suami dan Anakku yg ke 3. Namun disini saya akan mengisahkan perjalan lain yaitu dapat mengunjungi Negeri Tirai Bambu alias China untuk mengikuti Kursus Selama 1 minggu, Saya bersama bersama 4 orang teman, mengatur Jadwal perjalanan, karena Kursus diadakan di Shanghai, sedangkan kami ingin mengetahui Great Wall yang berada di Kota Beijing dan merasakan bagaimana menanjak bisa sampai puncaknya. Pada tanggal yang ditentukan berangkatlah kami ber 5 dengan Pesawat SQ – dan transit 1 jam di Singapore, sorenya sampai di Bejing, kami di tempatkan di Hotel yang lumayan baik dan bersih, dan diantar oleh Guide nya Mr. Ayung, kami minta agar selama disana selain makan pagi yang sudah disediakan di restoran, juga tolong dicarikan Restoran Muslim, dan ternyata disana ada beberapa Restoran yang menyiapkan Makanan Muslim, serta sekalian ada Musholla nya. Jam menunjukkan pukul 08.00 pagi , kami bersiap-siap menuju ke Great Wall, suhu udara menunjukan 1 derajat Celsius, rasanya gemerutuk gigi ini, dinginnya bukan main……, maklum udara Jakarta tidak pernah sedingin ini, beruntung kami memakai jacket yang cukup tebal, dan ada topinya, sehingga kuping bisa tertutup, dan lucunya berbicara dengan teman-teman keluar asap dari mulut hahahhahaha, rasanya lucu…….., sepanjang perjalanan Mr. Ayung tak henti-hentinya bercerita, dan yg sangat menyenangkan selama disana , tidak ada suara motor yang menderu-deru seperti disini, Motor betul2 dibatasi, diperbolehkan hanya untuk Usaha, itupun bukan pakai bensin atau solar, tapi memakai Accu., Jalan di kota maupun di Pedesaan rapih dan tidak kotor, memang ada daun2 yang berguguran, karena kebetulan sedang musim gugur, yg lucu lagi pohon hias di disepanjajng jalan, ditutup seolah2 paka baju hehhehehe, karena takut mati saking dinginnya. Rasa kagum berdecak tak henti-hentinya, Inilah keajaiban Dunia, tembok China yang menjulang tinggi dan berliluk-liuk seperti ular kini di depan mata, Terima kasih Tuhan Engkau telah memberikan kemudahan, sehingga kami dapat mengunjungi tempat bersejarah seperti ini, kami tak lupa untuk mengabadikan dan berfoto sepuas-puasnya, tangga demi tangga kami naiki – rasa capek dan lelah, tidak kami rasakan, mungkin juga karena suhu udara yang sangat dingin, sehingga mengurangi kelelahan kami. ……………………….. 2). Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan waktu makan siang dan sholat zuhur, hmmmmmm makan siang yang nikmat sekali, Restoran China Muslim keturunan Khazakstan, lengkap dengan Tempat Ibadah yang rapih sekali. Perjalanan menuju Kota kami sengaja melewati Stadion Olympiade Bejing, Mr. Ayung bilang Stadion sangkar burung, wahhhhhhh tempat yang megah, memang kalau di lihat dari jauh, bagaikan sangkar burung yang tersusun rapih, saya berfikir , Wahhhhhhh China Negara yang hebat, sudah beranai menerima Tamu olah ragawan seluruh Dunia, Tidak salah kalau Atlit nya hebat-hebat. Tidak kalah dengan Amerika atau Eropa. Sepanjang perjalanan mata saya puas memandang, walaupun ada rasa kantuk….., sengaja tidak mengatupkan mata untuk tidur, kapan lagi akan jalan-jalan seperti ini, makan malam disiapkan disalah satu restoran Arabian, hehhehehe Roti yang sebesar piring dengan sate daging sapi atau ayam, karena tusukannya yang menyerupai gobang, uuhhhhhhhh seram sekali, tapi enak sekali makananya. Malam nya kami menuju Stasiun KA Utama di Bejing…… tempat yang sangat ramai, sekali lagi kami perhatikan kiri kanan, betul-betul terjaga rapi…….tempat sampah tersedia di setiap sudut, sehingga tidak ada sampah kecil pun yg terbuang di lantai, bayangan kami sebelum berangkat ahhhh …..pasti jorok, ternyata tidak sama sekali, hanya khas di China maupun di Hk, ialah jemuran…………, Apartement semegah apapun pasti ada pakaian2 yang menyembul, melambai-lambai , bagaikan bendera yg sedang berkibar-kibar. Menurut si Guide……inilah yang belum bisa dihilangkan, berhubung tanah disana mahal sekali, sehingga untuk mempunyai halaman dan jemuran yang tidak terlihat, hampir ga mungkin. Terkecuali Konglomerat yang mempunya Villa atau rumah dengan pekarangan dan Mobil yang mewah, baru jemurannya tidak terlihat oleh umum hahahahahaha. Jarak antara Bejing dan Shanghai….. kira-kira 1280 KM, mungkin - Jakarta – Bali , Jaraknya klw di Indonesia, sengaja kami tidak naik Pesawat, namun mencoba dengan KA – cepat, duhhhhhh ternyata tempatnya nyaman sekali, setiap kamar berisi tempat tidur , masing-masing bertingkat 2. Jumlahnya ada 4 tempat tidur. Dibatasi dengan meja makan ukuran sedang, cukup untuk menyimpanan Makanan dan Minuman, ada lampu untuk baca dan gantungan pakaian disediakan. Menganai harga ??? hmmmmm ternyata dengan harga naik Pesawat terbang harganya hampir sama….., berangkat pukul 21.00 tiba di Shanghai pukul 06.00, jadi kami menghitung…….kira2 ditempuh selama 9 Jam ……wowwwwww, cepat sekali jangan-jangan, ga bisa tidur nih………,begitu fikiran ku, tapi ternyata kami semua ber 4 tidur lelap, malah waktu Subuh hampir terlewat……karena tidak sedikitpun terasa guncangan. ………………………… 3. Jam menunjukan pukul 05.45 tiba-tiba Hp ku berdering, terdengar suara wanita dengan logat China tapi ber bahasanya Indonesia, memperkenalkan diri bernama Lily, ohhhh ternyata dia Guide kami selama di Shanghai, hmmmmm Penyelenggara Seminar yang baik nih……., ternyata mereka siapkan semuanya. Udara di luar sungguh dingin sekali…………., rasanya angin yang menyapu wajah, bagaikan tetesan salju……..hidungku langsung mampet………, beruntung kendaraan yang akan membawa kami ke Hotel tidak terlalu jauh dan langsung membuka pemanas udara, sehingga ruangan didalam mobil terasa hangat…..( hehehehe dasar norak yaaaaaaaaa, dikasih 0 derajat aja sudah menggigil, apalagi di Eropa sana yaaaaaaaa yang bisa 10 sampai 20 derajat dibawah Nol). Hotel yang kami tempati berada di Tengah kota, dekat pusat perbelanjaan hmmmmm rasanya tergiur untuk segera bisa jalan-jalan dan sekedar cuci mata …….., tapi hal itu belum bisa dilaksanakan hari itu karena Lily bilang…….”.Cek in dulu selah itu kita ke Kebun……”., bayangan saya perkebunan atau kebun buah, ehhhhhhhhhhh tenyata The Bun, yaitu taman bersejarah dimana terdapat patung manusia pendiri Taman tsb, Puas mengitari taman kami singgah ke Rumah Teh, ( Tea House ) berbagai macam teh disuguhkan disana , ada teh daun Leci, teh hijau teh hitam dan berbagai cara penyajiannya yang berbeda, sungguh unik sekali. The Bun membelah antara Kota Shangai lama dan Shanghai Baru. Memang sangat berbeda sekali bangunan-bangunan yang ada di Shanghai lama peninggalan Jajahan Inggris, sedangkan Shanghai Baru, sudah berdiri Gedung-gedung Perkantoran dan Apartemen yang mewah, juga Menara yang sangat terkenal TV Tower dengan Warna perak dan Pink, dengan tinggi kira-kira 150 M sangat cantik kalau dimalam hari dengan sinar lampu yang kilau kemilau, dari Sanghai lama menuju Shanghai baru bisa memakai kendaraan semacam mono rel, bawah tanah atau (Subway)dengan penumpang paling banyak 10 orang, memakan waktu 15 menit, tetapi kalau ditempuh dengan Mobil bisa sampai 1 Jam. Malam harinya kami diajak jalan-jalan, makan malam di restoran China Muslim, sekalian dihibur Tarian…………ehhhhhh tunggu dulu…..bukan Tarian Tiongkok yang lemah gemulai tapi Tarian Arabian heheheheheh, sayangnya musim dingin, jadi pusernya ga kelihatan hahahahah, kemudian diajak keliling – kota, Lily bilang kedengaranya Nan Jing Lot, ohhhhh ternyata Nanying Road hahahahha( maklum lidah cadel ) tempat yang sangat mewah untuk shooping, uhhhhhh berbagai macam model pakaian, sepatu, jam tangan pokoknya semua bisa didapat disana sayangnya emang mahal hehehheeh, ya sekedar buah tangan buat teman dan keluarga ada juga sihhhh yang dibeli. ………………………….4).- Malam berikutnya, kami mengunjungi Sungai Wang Fu….., kami naik Kapal yaaa semacam Kapal wisata, betul-betul pemandangan yang sangat menakjubkan, tidak kalah dengan suasana malam di sepanjang pantai di Hkg, bagus sekali, bergantian kami berfoto, dan meng abadikan sampai -sampai dengan Juru mudi dan kelasi pun kami berfoto, teman-teman bilang mumpung kapan lagi, bisa berfotoan dengan mereka. Hari ini seminar sudah selesai sehingga kami seharian puas bisa jalan jalan, menuju Kuil-Kuil peninggalan sejarah Kaisar Ming, sungguh Indah sekali, berbagai Patung-patung Giok berdiri dengan megahnya, berbagai lapion berwarna Merah, bergelantungan di sepanjang Lororng2 jalan , dan ada juga yang digantung – gantungkan di Pepohonan, sungguh sangat menarik. Pengunjung yang merupakan keturunan China , melakukan sembahyang di berbagai tempat. Suatu pemandangaan yang unik, dan pengalaman yang baru bagi kami, tanpa terasa hari sudah menunjukkan hampir maghrib, bergegas pulang ke Hotel, untungnya Magrib disana sampai jam 19.30, jadi masih sempat melaksanakan kewajiban. Hari terakhir…kami masih menyempatkan jalan-jalan, menaiki kendaraan Umum, dengan Bis maupun dengan KA, bawah tanah, karena Flight kami masih lama jam 23.30 malam, sehingga rasanya masih ada waktu untuk sekedar cuci mata dan memebeli beberapa oleh-oleh untuk teman2 di kantor, Udara pada hari itu sangat2 dingin melebihi hari-hari lain selama kami disana, Malamnya kami menuju Bandara Shanghai…….. agak jauh ke luar Kota, Tetapi bisa juga memakai KA Api cepat – yang menghubungkan bandara dengan Stasiun KA di Kota. Tiba waktunya untuk meninggalkan Kota Shanghai, yang Indah dan nyaman, menuju Jakarta dan Transit di Singapore, kira-kira 2 Jam, Jam 11.00 Pagi ALhamdullilah kami tiba di Bandara Sukarno Hata dengan selamat. Dan dapat berkumpul kembali dengan Keluarga. Jakarta, Februari 2008