Hari Rabu tanggal 18 February 2009, pagi2 ketika saya sarapan sambil lihat acara TV. Saya lihat ada wawancara, dalam wawancara itu menyatakan bahwa Alien (mahluk planet lain)  sudah ada di dunia atau sudah menempati bumi ini.. Kata scientist, tahunya ada Alien di bumi dibuktikan dapat dilihat dari bakteria. Katanya ada bakteria yang di dapati bukan berasal dari bumi ini, kayanya dari planet di luar bumi.. Dan juga Scientist telah menemukan adanya batu yang jatuh di Antartika berasal dari Bulan, dan satu lagi batu yang jatuh di Egypt datangnya dari Mars.  Yah kalau dilihat dari kejadian2 ini mungkin juga ini adalah salah satu dari sekian contoh2 keajaiban yang terjadi dan mungkin juga sebagai alamat hari kiyamat yang tidak akan lama lagi datangnya, (Wallahu alam).

Dengan mendengar tentang batu yang jatuh di Antartika dan di Egypt, saya jadi teringat berita di Indonesia yang sering saya baca di koran dari internet tentang batu ajaib yang jatuh ke tangan seorang bocah umur 8 tahun yang namanya Ponari. Yang katanya batu itu dapat menyembuhkan segala macam penyakit. Karena Ponari membuat tarip mengobatan yang sangat murah, banyaklah orang2 yang datang untuk berobat terutama rakyat yang miskin. Saya baca sampai ribuan orang yang datang setiap harinya.

Seperti cerita diatas bahwa scientist menyatakan ada batu2 yang jatuh dari planet lain. Kenapa scientist2 di Indonesia tidak menyelidiki batu yang di dapat Ponari. Apakah batu itu jatuh dari planet lain? Seharusnya kalau memang batu itu jatuh dari planet lain batu itu sudah seharusnya kepunyaan Negara yang harus di selidiki.  Kalau memang yang mendapatkan itu adalah seorang Ponari, dan dia tidak mau memberikan batu itu ke Negara, pemerintah harus berani membeli  atau menukar batu itu dengan memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga Ponari. Dan batu itu harus diselidiki dari mana asalnya. Dan kalau seandainya sesudah di selidiki bahwa batu itu berasal dari Planet lain, batu itu bisa disimpan di museum sebagai barang bukti untuk ilmu pengetahuan. Dan bisa juga di selidiki apa mangpaatnya dari batu itu. Itu sudah hak Negara untuk menyelidikinya.

Tapi kenapa scientist Indonesia hanya berdiam diri, dan malah pemerintah daerah memberi dukungan terhadap kejadian batu ajaib ini untuk di praktekan oleh Ponari untuk pengobatan, yang sehingga Ponari keluar dari sekolah dan keluarga memperlakukan Ponari dengan paksaan untuk mencari nafkah. Apalagi yang ahirnya saya baca lagi keluarga berkelahi memperebutkan Ponari, sampai menjadikan bapaknya masuk rumah sakit.

Saya baca lagi ada seorang anak perempuan umur 12 tahun yang namanya Dewi yang mendapatkan batu serupa seperti yang Ponari dapatkan. Tunggu saja, kita lihat mungkin juga nanti masih banyak Ponari2 yang lain yang akan bermunculan.  Wahai scientist2 di Indonesia bangunlah ambil semua batu2 ajaib itu, selidikilah sampai tuntas darimana asal batu2 itu. Sebelum batu2 yang lain bermunculan. Itu sudah kewajiban para scientis untuk menyelidikinya supaya jangan ada kesalah paham diantara manusia.