carita para mitraFebruary 5, 2009 4:09 am

Artikel ini saya dapatkan dari email, dari ibu Nurul Hidayati yang kerja di BpMIGAS. Terima kasih bu Nurul atas emailnya semoga bermanfaat untuk yang membacanya.

Assalamu;alaikum Wr.Wb.

 RENCANA ALLAH PASTI INDAH

 Ketika aku masih kecil, waktu itu ibuku sedang menyulam sehelai kain. Aku yang sedang bermain di lantai, melihat ke atas dan bertanya, apa yang ia lakukan. Ia menerangkan bahwa ia sedang menyulam sesuatu di atas sehelai kain. Tetapi aku memberitahu kepadanya, bahwa yang kulihat dari bawah adalah benang ruwet. Ibu dengan tersenyum memandangiku dan berkata dengan lembut:

 "Anakku,lanjutkanlah permainanmu, sementara ibu menyelesaikan sulaman ini nanti setelah selesai, kamu akan kupanggil dan kududukkan di atas pangkuan ibu dan kamu dapat melihat sulaman ini dari atas.

"Aku heran, mengapa ibu menggunakan benang hitam dan putih, begitu semrawut menurut pandanganku.Beberapa saat kemudian, aku mendengar suara ibu memanggil, "Anakku, mari kesini, dan duduklah di pangkuan ibu. "

 Waktu aku lakukan itu, aku heran dan kagum melihat bunga-bunga yang indah,dengan latar belakang pemandangan matahari yang sedang terbit,sungguh indah sekali.

Aku hampir tidak percaya melihatnya, karena dari bawah yang aku lihat hanyalah benang-benang yang ruwet. Kemudian ibu berkata,

"Anakku, dari bawah memang nampak ruwet dan kacau,tetapi engkau tidak menyadari bahwa di atas kain ini sudah ada gambar yang direncanakan, sebuah pola, ibu hanya mengikutinya. Sekarang, dengan melihatnya dari atas kamu dapat melihat keindahan dari apa yang ibu lakukan.

 Sering selama bertahun-tahun, aku melihat ke atas dan bertanya kepada Allah,"Allah, apa yang Engkau lakukan?" Ia menjawab : " Aku sedang menyulam kehidupanmu." Dan aku membantah," Tetapi nampaknya hidup ini ruwet, benang-benangnya banyak yang hitam, mengapa tidak semuanya memakai warna yang cerah?

 "Kemudian Allah menjawab," Hambaku, kamu teruskan pekerjaanmu, dan Aku juga menyelesaikan pekerjaanKu dibumi ini. Satu saat nanti Aku akan memanggilmu ke sorga dan mendudukkan kamu di pangkuanKu, dan kamu akan melihat rencanaKu yang indah dari sisiKu.

"Subhanallah…Beruntunglah orang2 yang mampu menjaring ayat indah Allah dari keruwetan hidup di dunia ini.

 Semoga Allah berkenan menumbuhkan kesabaran dan mewariskan kearifan dalam hati Hamba-Nya agar dapat memaknai kejadian2 dalam perjalanan hidupnya, seruwet apapun itu…Amin.

  Subhanallah, tulisan ini benar-benar membuka pikiran kita bahwa Allah adalah Dzat Yang maha pengatur segala sesuatu di alam ini.

 Demikian juga dengan Saudara2 kita dimanapun tempatnya dan kondisinya, mereka yang wafat Insya Allah akan dinaikkan ke sorga didudukkan dipangkuanMu Ya Allah…dan kita yang kehilangan saudara2 kita atau saudara2 yg sedang tertimpa musibah mesti percaya bahwa Rencana Allah SWT pasti Indah

 Tulisan ini mengingatkan saya bahwa kendati pun manusia punya keinginan, tetapi Allah SWT mempunyai keputusan yang tak mungkin dapat kita ubah. mari kita senantiasa bertawakkal kepada Nya.

Wassalamualaikum wr wb.

 

 

 

 

carita para mitraDecember 18, 2008 4:48 am

Oleh: Teteh Dedeh Sartika ( Teteh_ds)

Kisah Perjalan Umroh kami Assalamuallaikum Wr. Wb.

Pada Tanggal 30 April sampai dengan 10 Mei 2008, Ahamdullilah saya dapat mengunjungi Baitullah kembali untuk melaksanakan Umroh , karena pada  bulan Desember 2004 kami ( saya dan suami ) telah dapat menunaikan  Rukun Islam yang ke 5 ( Pergi Haji seperti yang pernah saya kisahkan dalam bentuk tulisan Perjalanan Haji kami beberapa   tahun yang lalu ).

Pada kesempatan ini saya akan mengisahkan perjalan Umroh yang saya rasakan kenikmatan yang tiada taranya yang saya dapatkan, memang dirasa sangat kurang sekali 10 hari, namun kesempatan seperti ini tidak semua orang  bisa mendapatkannya, karena itu saya sangat bersyukur Kepada Allah SWT, yang telah memberikan Hidayahnya dan Rizki yang cukup, sehingga saya dapat berangkat kembali ke Tanah Suci.Rombongan kami memakai Mariyam Tour, dengan jumlah peserta 22 orang,termasuk Pembimbing 2 orang. Pada awal pendaftaran ( keberangkatan ) ada sedikit kendala, seperti diharuskannya mempunyai Kartu Kuning, Jadwal keberangkatan yang tertunda, dll, namun hal itu tidak membuat hati saya surut, saya pasrah dan selalu berdoa, semoga di Tanah Suci mendapatkan kemudahan dalam segala hal, dan Alhamdullilah Doa saya di Kabulkan Allah SWT. Jadwal keberangkatan sudah didapat, dengan hati berbunga-bunga sebelum berangkat saya mengadakan pengajian di Musholla terdekat dihadiri oleh tetangga2 dekat minta didoakan agar dimudahkan dalam perjalan, disehatkan dalam menjalankan Umrohnya, sehingga dapat kembali ke rumah dalam keadaan sehat wal afiat dan Insya Allah haji yang Mabrur.

Perjalanan rombongan kami tidak langsung menuju Jeddah, namun transit dulu di KL 1 malam,  dan di Bahrain 1 Malam, dikarenakan memakai Maskapai Penerbangan Gulf Air, milik Negara Bahrain. Bahrain merupakan Negara Uni Emirat Arab, yang sudah sangat Modern – jika dibandingkan dengan Saudi Arabia, terlihat dari Bangunan-bangunan yang sudah menyerupai bangunan2 gaya Eropa, begitu pula dengan pakaian wanita dan pria sudah banyak  yang memakai pakaian Jeans dan Hem. Tidak memakai Abaya seperti layaknya wanita di Saudi Arabia.

Namun yang sangat mengagetkan saya adalah harga2 bukan main mahalnya, mata Uang di Negara tersebuat adalah Dinar Bahrain – Nilainya adalah 21.300 rupiah / 1 Dinar,  hmmmmmmm lebih tingi dari Dollar Amerika nilainya. 1 botol air mineral harganya diatas 15 ribu hahhahaa,  pengalaman yang sangat mengesankan. Ternyata  penting juga yaaaaaaa…..kalau mau melancong ke Negara-negara lain itu , harus tau dulu nilai-nilai mata uangnya…………., ternyata Indonesia surga dunia kalau untuk belanja hehehehehe.                                                                                                      

Setelah sarapan pagi,  kami sudah bersiap2 menuju Bandara , Hmmm Kota yang Indah…… karena sebagaian Kotanya adalah Daratan buatan, semacam Kanal…….apabila dilihat dari Udara , duhhhhhh cantik betul,  seperti Ikan- ikan yang sedang berenang di Air yang sangat biru,  tetapi kalau kita perhatikan……, sebenarnya  bungalow yang sangat indah dengan pohon2 nyiur/berjejer rapi mengellilingi bungalow tersebut.

Jam menunjukan pukul 10.00 pagi …..sebentar lagi Pesawat akan take off, dari Bandara yg sangat mewah…..menuju Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Perjalan hanya memakan waktu 3 Jam , sehingga Zuhur kami sudah sampai di Jeddah, setelah pemeriksaaan Dokumen/Pasport dll, kami diberangkatkan dengan Bus Wisata,  menuju Medinah….., Sepanjang perjalaan mata puas memandang, dimana-mana  gurun-gurun  pasir atau bongkahan-bongkahan  gunung berbatu yang dilihat, sesekali ada rumah / mungkin Pos penjagaan,  yg hanya di huni oleh 1 atau dua polisi Patroli.  Saya bersyukur bisa melihat pemandangan seperti itu, karena ketika ber Haji tahun 2004 – 2005,  perjalanan Medinah Mekah dilakukan malam hari, sehingga tidak terlihat dengan jelas, dan pada Umroh kemarin keajaiban Dunia, diperlihatkan Allah SWT.                                                                                      

Saya bersyukur dalam hati Ya Allah  terima kasih, Engkau telah  memberikan kesempatan kepada hamba untuk melihat Dunia yang lain, betapa Maha Perkasanya Engkau Ya Allah, telah menciptakan Alam semesta ini, Tempat yang kering kerontang, Udara yang panas membara,  sehingga daerah  yang subur makmur, hijau Ranau  dengan udara yang sejuk , tak tersasa air mata jatuh berderai…….., merasa betapa kecilnya hamba dihadapan Mu Ya allah.

Kami melaksanakan Sholat Zuhur dan Ashar di perjalaan,  dan banyak bertemu dengan para Jemaah Umroh, dari berbagai Negara di Tempat tersebut.

Azan berkumandangan, Suasana seperti ini yang sangat saya tunggu-tunggu, panggilan Sholat magrib..berkumandang dengan merdunya  , bergegas Jam menunjukkan 17.55 Waktu Medinah, sebentar lagi Azan Magrib kami melaksanakan Sholat Magrib…., Alhamdullilah Rombongan kami mendapat Hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi,  dari ruang makan terlihat sangat jelas Mesjid yang sangat Megah ini. Saya sujud syukur………, Alhamdullilah Ya Allah……kami dapat berkunjung kembali  dan Sholat di Mesjid Nabawi yang sangat Indah. Saya berdoa untuk keluarga , teman sahabat, agar dapat kesempatan seperti Hamba Ya Allah.

Hari ke 2 kami mengunjungi Mesjid Qiblatain, Pasar Kurma dan daerah yang sangat luas di batasi oleh gunung batu yang berwarna warni, ada merah , Abu-abu kehitaman  yang disebut dengan Medan Magnit , pemandangan yang sangat menakjubkan, mendekati Medan Magnit  Mobil sengaja tidak di nyalakan, tetapi bisa jalan sendiri, malah teman-teman , bergantian mencoba untuk mengemudikan ,  ketika turun dari kendaran membawa payung……..betul rasanya, badan saya rasanya tersedot……oleh udara dan angin.  Pengalaman yang sangat menakjubkan.  pohon-pohon yang sangat rindang,  walaupun dengan dahan-dahan yang sudah kering, tidak mengurangi keindahan disekitar Medan Magnit tersebut.  Kami pun mengunjungi Pasar Kurma, beraneka macam kurma di jual disana, ada Kurma Medinah – Kurma Nabi,  kurma yang dalamnya ada coklat juga coklat dan  permen beraneka rasa, keinginan  mau borong semuanya, kalau tidak ingat bahwa bagasi yang diijinkan hanya 20 Kg. ada juga di jual Kurma muda….yg sudah di jadikan bubuk, seperti teh,  konon katanya untuk kesuburan,  saya pun tak lupa membelinya, karena ingat Mantu dan teman-teman  ada yang minta dibawakan,                                                         

Siang hari waktu Zuhur kami sudah berada lagi di Hotel, dan dapat melaksanakan Sholat-sholat di Mesjid Nabawi,  selesai Sholat Isa, rombongan kami  sepakat untuk ke  Raudoh ( tempat Makam Nabi Muhammad SAW ). Ribuan Jemaah berdesakan namun Askar sangat tanggap akan hal ini, mereka umumnya sudah bisa bicara bahasa Indonesia…,  yang di dengar………..Ibbbuuuu  ddduuudukkk,  sabaaarr sabar….., Nah kata-kata seperti ini menjadi buah bibir dikalangan kami dan setiap ketemu dengan teman-teman sesama rombongan  selalu kita katakan “  IIIBUUUUU   DUDUUUKK IIBUUUUU “ apa lagi ada teman sekamar  yg sangat pandai menirukannya.

 Jemaaah dari Turki, Iran, India, yang berbadan besar-besar tidak dibarengkan dengan Jemaah dari Indonesia, yang rata berbadan setengahnya dari mereka, karena akan tergencet atau terdorong kalau dibarengkan, Syukur ALhamdullilah saya dapat masuk dan sholat di karpet yang hijau dan  sangat wangi, sekali lagi Allah SWT, memberikan kemudahanya, sehingga saya  dapat membantu 2 orang teman  dan menjaga dengan merentangkan tangan  ketika  mereka sholat .

Keesokan harinya…….setelah sholat zuhur, kami sudah bersiap2 akan melaksanakan perjalan ke Mekah, kami melaksanakan mandi Umroh dan memakai pakain putih, dengan tidak memakai wangi-wangian,  di perjalaan berhenti untuk  melaksanakan Miqod di Biir Ali( maaf klw tulisannya salah) dan sholat 2 rakaat,  dalam perjalanan dilarang untuk bicara yang kasar , mengumpat, marah , membicarakan orang yang dikumandangkan  hanyalah talbiyah……..,Labaik  Alloohuma labaik….labaik kalla sarikala kala baik, Inal hamda wa nikmata lakawalmul laaa sayikalak.                   

Air mata mengucur deras….. rasa sedih haru, syukur menjadi satu, apalagi Pak Ustad sangat pandai sekali membawa kepada suasana yang khusyuk penuh dengan doa-doa yang terdengar halus mendayu-dayu, tidak ada satu pun Jemaah yg tidak mengeluarkan air mata,  sedih sekali.

Suasana yang betul-betul mengharukan apalagi dikiri kanan kami sepanjang perjalanan hanya terlihat  bongkahan batu-batu  yang sangat besar konon teman pernah cerita bahwa bongkahan-bongkahan batu tersebut, akan menjadi bara api yang sangat panas di Neraka, duhhhhhhhhh takutnya , Astagfirulloh hal Azim.

 Tidak terasa……………waktu yang ditempuh selama 6 jam,  rombongan kami telah sampai di Mekah dengan selamat,  sujud Syukur tidak henti2 nya saya lakukan,  karena mendapatkan Hotel yg sangat dekat dengan Mesjid Haram. Hanya dibatasi warna lantai saja yg berbeda. Setiap kamar ditempati oleh 2 orang,  teman sekamar saya lucu dan kocak sekali orangnya…….., selalu ceria dan suka sekali jajan……..duuhhhhhh makanan apa saja dibeli dan dicoba……., yang jadi ketempuhan ya saya ini hehehehhehehe,  pulang Umroh malah naik lagi berat badannya hahahhahaha, alasan teman saya……”…biarin biar kuat, dan sehat selama di sana “.

Setelah melaksanakan Sholat Isa, kami melaksankan Tawaf 7 putaran,  dilaksanakan dengan mudah tidak berjejal-jelal, karena waktu telah menunjukkan pukul 23.45 malam, kemudian Sholat 2 Rakat dan berdoa menghadap Hijir Ismail , kemudian minum Air Zam zam, rasanya nikmat sekali. Dan doanya sebagai berikut : Ya Allah aku mohon Kepada MU, Ilmu pengetahuan yang bermanfaat, rizki yang luas dan kesembuhan dari segala penyakit dan kepedihan dengan RahmatMU Ya Allah Tuhan Yang Maha Pengasih dari Segenap Pengasih “

Kemudian melaksanakan Syai..,7 balikan, Antara Syafa dan Marwa, ketika  melewati lampu Neon berwarna Hijau, ( diantara dua pilar Hijau )  para jemaah laki-laki melakukan lari-lari kecil, dengan membaca  Ribigfir warham wa’fu wa takarram, wa tajawaz amma ta’lam. Innaka ta’lamu ma la na’lam , innaka antallahul-azzu-akram.  Tapi klw jemaah wanita tidak diharuskan,berlalri-lari kecil tapi berjalan seperti biasa saja. Dan setiap kita sampai di Syafa maupun di Marwa, dan dalam perjalana bulak – balik melakukan /membaca doa-doa,  ada Mutawif ( pembimbing ) yang membacanya, jadi kita mengikuti saja.

Jam telah menunjukkan pukul 02.45 menit , ketika kami selesai melaksankan Syai….., kaki terasa berat dengan nafas yang terengah-engah, namun kegembiraan segera memenuhi rongga hati kami, satu demi satu rambut kami di gunting, sambil berdoa. Ada arti dari Doa menggunting rambut yang sangat menyentuh hati yaitu “ Ya Allah ampunilah orang yang mencukur dan memendekan rambutnya wahai TuhanYang Maha Luas ampunannya, Ya Allah tetapkanlah untuk diriku setiap helai rambut kebajikan dan hapuskanlah untukku  dengan setiap helai rambut kejelekan. Dan Angkatlah derajatku di SisiMU.  Dan ada lagi Doa setelah menggunting rambut Segala puji bagi Allah yang telah menyelesaikan manasik kami, Ya Allah tambahkanlah kepada kami iman, keyakinan dan pertolongan dan ampunilah kami, kedua orang tua kami dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.                                                                       

Jam telah menunjukkan pukul 03.00 kami kembali ke Hotel, dan menyempatkan istirahat kira-kira 1 jam,  jam 04.00 kami kembali lagi ke Mesjid..melaksanakn sholat-sholat Sunah sambil menunggu Azan Subuh, setelah Sholat subuh, kami berdua dengan teman sekamar melaksanakan sunah Tawaf, banyak sekali para jemaaah yang melakukan hal yang sama seperti kami, setelah putaran ke dua ternyata, Hajar Aswad persis di depan kami, Syukur Alhamdullilah dapat menciumnya, sekali lagi kemudahan dari Allah SWT diperlihatkan kepada kami.

Sholat, zuhur, Ashar, Magrib  dan Isya kami lakukan di Mesjid dengan selingan, sesekali cuci mata di sekitar Hotel hehehhee, sayang nya Pasar Seng sudah rata dengan tanah…….., jadi tidak ada lagi makanan atau minuman dengan harga  1 real, atau 2 real ,  yang paling murah 5 atau 10 real…….., hmmmmmm menguras kocek yang agak lumayan hehhehe,.

Rombongan kami mengadakan ziarah ke Jabal Tsur, dan Jabal Rahmah hmmmmmm jangan salah pasti naik Onta, tapi kita harus betul-betul menawar harganya, karena kalau langsung naik,  dan dia foto dengan cameranya wahh dia akan minta di bayar 20 real. Mahal juga khan ???, tapi kalau mau beli hati Unta ( yg sudah dikeringkan) atau batu cin cin  wuaahhhhh banyak sekali disitu.

Suatu ketika kami akan melaksanakan sholat magrib, masih ada waktu untuk tawaf syunah…..teman sekamar bilang,  kita 2 putaran aja yaaaaa,  mengganti sholat tahyatul Masjid, saya bilang “ kalau penuh ya kita jangan memaksa, putaran ke 3 posisi kami persis di dinding kabah, sehingga untuk mencapai Hajar Aswad hanya beberapa langkah lagi, Alhamdullilah tanpa bersusah payah kami berdua dapat mencium kembali, lalu melanjutkan putaran ke 4, bisa masuk di dalam Hijir Ismail, kalau kami bisa hitung mungkin lebih dari 50 orang,  kami dapat sholat di dalam, awalnya posisi kurang enak karena masih penuh,  lalu sholat lagi, karena merasa belum di usir, sholat lagi dan berdoa…….,  setelah sholat sampai 4 kali,  Ya Allah  Maha Besar Engkau ketika kami salam ke kiri dan kekanan, ternyata  kami sholat di dalam dengan penuh penjagaan yg ketat hanya 4 orang, karena jemaah yang lain dilarang untuk masuk kedalam  saya tak kuasa untuk tidak menangis…….., sambil bercucuran air mata…..berdoa dan menengadah ke langit rupanya saya persis sholat di bawah pancuran Mas. Sungguh Maha Besar Engkau Ya ALLAH yang telah memudahkan kami dalam menjalankan Umroh ini. Semoga Keluarga, Anak-anak , saudara dan Teman-taman kami semua, dapat merasakan kebahagiaan dan kemudahan  seperti yang Engkau berikan kepada kami YA ALLAH.

Tibalah waktunya untuk meninggalkan Kota Mekah ,  kami melakukan Tawaf  Wada, yaitu tawaf perpisahan, doa yang disampaikan sangat indah diantaranya ada kalimat “ Wahai Tuhan Yang Maha Mendengar dengarkanlah Permohonan Kami, Wahai Tuhan Yang Maha Memperbaiki , perbaikilah aku, Wahai Tuhan Yang Maha Pelindung , Tutuplah Aibku, Wahai Tuhan Yang Maha Kuasa Mengembalikan ‘ Kembalikanlah aku ke Ka’bah ini dan berilah aku rizqi untuk mengulanginya berkali-kali dalam keadaan bertaubat dan beribadat. Ya Allah pelihara lah aku dari kiri, kanan depan dan belakang dari atas dan dari bawah  , sampai Engkau  mengembalikan kepada keluarga ku,                                                                                                                                                                      Kami Kami dan rombongan meninggalkan Kota Mekah  Ba’da Asar,  menuju  Jeddah – Kota yang sangat Indah dan bersih , yang merupakan pusat Pemerintahan Kerajaan Saudi Arabia,  jarak yang ditempuh hanya Kira-kira 60 Km,  1 jam tanpa terasa sudah sampai di sepanjang Laut Merah – berhenti di Mesjid Terapung, dinamakan terapung karena pondasinya memang ditancapkan di laut, Mesjid yang sangat Indah dengan cat warna Putih bersih, banyak sekali para Jemaah dari Negara-negara lain yg singgah di Mesjid terapung ini, oh ya sekali lagi saya membeli Kurma Muda…….dan ternyata yang berjualan disini banyak dari Madura, yang sudah lama bermukim di Jeddah.

Menjelang Magrib kami sampai di Hotel, Hotel yang Mewah dengan lampu-lampu yang sangat indah  dan tentunya karpet-karpet terhampar sangat empuk, dengan aneka warna yang cerah , diberitahu oleh ketua rombongan, setelah sholat Isya ..akan city tour  dan belanja di Balad. Saya tidak membayangkan Balad itu seperti apa,  ternyata pusat pertokoan yang sangat ramai, dan  banyak sekali orang Indoesia yang berjualan disitu. Mau beli parfum merk apaun ada mau yg dari Paris atau pun asli Arab…tersedia dengan harga yang jauh lebih murah, dibandingkan di Mekah ataupun Madinah. Dan jangan salah Uang Rupiah  Indonesia laku boooooooooooo……………..,  duh senengnya,  padahal………………Uang real  sudah kerontang………….gubrakkkkk…rasanya gembira bukan main bisa beli dengan rupiah hahahahahah.

 Setelah sarapan pagi, kami menuju Bandara King Abdul Aziz,  setelah pemeriksaan dokumen-dokumen dan tiket,  langsung menuju Pesawat , namun seperti keberangkatan , kepulangan pun via Bahrain dan KL, namun tidak menginap hanya transit beberapa jam saja. Rasanya sudah ingin sampai ke rumah bertemu dengan  keluarga di pesawat terasa sangat lama, dan akhirnya dipaksakan untuk memejamkan mata, ternyata waktu subuh sudah terlewat beberapa menit, ketika terbangun, terdengar pengumuman kira-kira 15 menit lagi akan mendarat di KL.  Bandara KL sangat mewah  berbagai macam coklat dijual disana, dan tidak dikenakan pajak.

Teringat akan si cucu yang menyukai coklat  dan pesanan Boneka Barby………..hmmmmmm membuat mata ijo melihatnya hehehe.  Setelah sholat Zuhur…….Pesawat MAS take off. Menuju Bandara Sukarno Hatta,  hampir 1 jam perjalanan, di luar keluarga sudah menjemput……saya mengucap Syukur Alhamdulillah kembali ke rumah dengan selamat.

Itulah sekelumit perjalanan Umroh saya, mohon maaf kalau tutur kata / bahasanya masih berantakan, maklum bukan penulis hehehhehehe.

Wassalamuallaikum Wr. Wb.

Jakarta,  17 Mei 2008
Setelah sarapan pagi, kami menuju Bandara King Abdul Aziz,  setelah pemeriksaan dokumen-dokumen dan tiket,  langsung menuju Pesawat , namun seperti keberangkatan , kepulangan pun via Bahrain dan KL, namun tidak menginap hanya transit beberapa jam saja. Rasanya sudah ingin sampai ke rumah bertemu dengan  keluarga di pesawat terasa sangat lama, dan akhirnya dipaksakan untuk memejamkan mata, ternyata waktu subuh sudah terlewat beberapa menit, ketika terbangun, terdengar pengumuman kira-kira 15 menit lagi akan mendarat di KL.  Bandara KL sangat mewah  berbagai macam coklat dijual disana, dan tidak dikenakan pajak.